Sistem Ekonomi Indonesia
Posted: 12-October-09 02:23:53 Dibaca: 995 pembacaStatus: Disetujui
LIKUIDITAS, RENTABILITAS DAN SOLVABILITAS
Likuiditas : kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finasiilnya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan suatu badan usaha untuk memenuhi kewajibannya yang telah jatuh tempo.
Likuiditas perusahaan : kemampuan perusahaan untuk memenuhi embayaran untuk kelancaran usaha, seperti : pembelian bahan baku, pembayarn upah, dll
Likuiditas badan usaha : kemampuan untuk membayar utang yang segera jatuh tempo
- perusahaan dikategorikan ‘likuid’ jika memiliki kemampuan membayar kewajiban jangka pendek
- likuiditas suatu perusahaan bisa dihitung dengan membandingkan jumlah aktiva lancar dengan hutang lancar atau
(current ratio (CR)/working capital ratio/Current Obligation – perbandingan aktiva lancar (current asset) dengan hutang lancar (current liabilities)
- setiap perusahaan perlu menetapkan batas maximum CR, untuk mempertahankan kemampuan perusahaan,termasuk melakukan kredit
- perusahaan yang menetapkan CR = 3 : 1 , (maksudnya : setiap Hutang Lancar (HL) Rp 1,- harus dijamin dengan Aktiva Lancar (AL) Rp 3,- atau dijamin dengan Modal Kerja Neto (MKN)/Net Working Capital Rp 2,-
- Modal Kerja Neto adalah selisih Aktiva Lancar (AL) terhadap Hutang Lancar (HL) (AL-HL)
Co : AL = Rp 15.000, HL = Rp 5000,- MKN = Rp 10.000,-
- selain current ratio dilengkapi dengan quick ratio/acid test ratio, yaitu sebesar kas + efek + piutang dibandingkan dengan Hutang Lancar
- secara umum apabila perusahaan memiliki Quick ratio < 1 : 1 dikatakan kurang baik tingkat likuiditasnya
- bagi kreditor quick ratio sangat penting untuk menjamin kelancaran pembayaran
- untuk meningkatkan likuiditasnya dapat dilakukan dengan cara menambah AL, mengurangi HL, atau mengurangi AL dan HL
Solvabilitas : menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi segala kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi
Perusahaan dikatakan solvabel apabila aktiva perusahaan cukup untuk menutupi semua hutangnya (jangka pendek dan jangka panjang) dan sebaiknya insolvable
Perusahaan dapat berada pada posisi :
- solvabel dan liquid
- solvabel tetapi illiquid
- insolvable tetapi liquid
- insolvable dan illiquid
Solvabilitas:
- dapat dihitung dengan membandingkan antara total aktiva (selain aktiva immateriil/intangible assets) terhadap total hutang (total assets to debt ratio/TADR)
contoh: total aktiva Rp 450.000,- dan total hutang 300.000,- maka:
TADR = 450.000/300.000 = 1,5 : 1 = 150%
Maksudnya setiap hutang Rp 1,- dijamin oleh Aktiva Rp 1,5,-
Dikatakan solvabel jika TADR > 100%
Solvabilitas:
Solvabilitas dapat ditingkatkan dengan cara:
- menambah aktiva tanpa menambah hutang
- menambah aktiva lebih besar dari pada tambahan hutang
- mengurangi hutang tanpa mengurangi aktiva
- mengurangi hutang lebih besar dari pada pengurangan aktiva
- perusahaan yang insolvabel tetapi likuid lebih mampu bertahan untuk memperbaiki solvabilitasnya dibandingkan perusahaan yang illikuid
RENTABILITAS: (EARNING POWER)
- RENTABILITAS : kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu
- rentabilitas: merupakan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut
- rentabilitas ekonomi (RE) : kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang ada didalamnya untuk menghasilkan laba
- RE= Net operating income : Operating Capital
RENTABILITAS:
EARNING POWER = PROFIT MARGIN X OPERATING ASSETS TURN OVER
ATAU
OPERATING INCOME X NET SALES = NET OPERATING INCOME
NET SALES OPERATING ASSETS OPERATING ASSETS
Tidak ada Komentar!
Untuk berkomentar Anda harus Login terlebih dahulu !
MEMBER AREA
ARTIKEL
Sejarah Kota BOYOLALI oleh: WAHYU PRASETYO
Sistem Ekonomi Indonesia oleh: ANDI YANTO
LOWONGAN CPNS POLRI 2009 oleh: FAHRUR RIZA ANDHIKA
Lowongan CPNS Departemen Perdagangan September Tahun 2009 oleh: FAHRUR RIZA ANDHIKA
JADWAL TEST LOWONGAN KERJA PT MURFA SURYA MAHARDIKA oleh: AHMAD HARYONO, ST